Sejarah Sekolah

 

PENDAHULUAN

SMP Santo Fransiskus adalah SMP Swasta Katolik, berdiri sejak tahun 1968 di Jalan Bangunan Barat, Kayu Putih, Jakarta Timur.

SMP Santo Fransiskus II merupakan sekolah mandiri, dengan pengertian:

  • Semua pembiayaan pendidikan dibiayai dengan kekuatan sendiri.
  • Semua fasilitas : Perpustakaan, Laboratorium, Gedung, Lapangan Olahraga, Perpustakaan, Ruang Komputer, dipakai sendiri, tidak bercampur dengan sekolah lain.

Saat ini (tahun 2016) SMP memiliki 16 Guru, 6 Tenaga Administratif dan Pepustakaan, 3 Pramubakti  dan 2 Satpam; denga sarana 9 ruang kelas; 1 Laboratorium Komputer; 1 Ruang laboratorium IPA; 1 Perpustakaan; 1 Green House (Pendopo); 1 Lapangan Basket; 2 Lapangan Volly. Dibawah Yayasan Dwi Bakti yang berpusat di Bandarlampung; yang dikelola oleh Suster-suster Fransiskanes Santo Georgius Martir. SMP exist; membimbing siswa siswi yang berjumlah 213 anak.

Dengan spiritualitas Santo Fransiskus Asisi dengan Motto “Hidup Sederhana, Cinta Persaudaraan dan Cinta Lingkungan SMP Santo Fransiskus II berusaha terus untuk selalu maju dan berkembang dalam segala bidang.

LATAR BELAKANG

Pada sekitar tahun 1967-1968 perekonomian saat itu merosot tajam, begitu pula masyarakat daerah Kayu Putih, Jakarta Timur, banyak orang miskin yang perlu mendapatkan perhatian dan pelayanan. Sesuai Visi-Misi Kongregasi Suster-suster Fransiskanes dari Georgius Martir yaitu memperhatikan orang-orang miskin, terlantar dan menderita. Dengan mengemban salah satu amanat Pembukaan UUD 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan selaras dengan visi-misi tersebut kami terpanggil untuk memberikan pelayanan pendidikan bekerjasama dengan Yayasan Fransiskus Kramat, Jakarta Pusat untuk mendirikan TK, SD dan SMP Santo Fransiskus II di Kayu Putih, Jakarta Timur.

SMP Santo Fransiskus II merupakn bagian tak terpisahkan dari TK Santo Fransisku; SD Santo Fransiskus III dan SMP Santo Fransiskus II.

Semula TK, SD dan SMP menempati gedung yang sama. Keadaan dan perkembangan memutuskan bahwa membangun gedung untuk masing-masing unit merupakan keniscayaan. Perkembangan tidak  hanya sebatas mendirikan gedung, tetapi ada keharusan dari pemerintah untuk merumuskan Visi dan Misi. Selanjutnya dengan lahirnya Undang-Undang tentang Yayasan, TK, SD dan SMP Santo Fransiskus II, Kayu Putih, yang semula bernaung di bawah Yayasan Santo Fransiskus Kramat, melakukan pemisahan.

Sejak pemisahan itu SMP Santo Fransiskus II di bawah naungan Yayasan Dwi Bakti yang diasuh Suster-suster Fransiskanes Santo Georgius Martir (FSGM) yang berpusat Bandarlampung.